Pages

Labels

Sabtu, 22 November 2014

Etika pedagang Muslim

 
Sejarah masuknya agam Islam ke Indonesia sungguhlah menakjubkan. Nenek moyang kita beragamakan Hindu dan Budha dan di bawah kekuasaan kerajaan-kerajaan Hindu Budha pula. Meski demikian, semua itu tidak dapat menghadang laju pergerakan para penyebar syi'ar Islam. Fakta sejarah ini semakin unik karena nenek moyang kita memeluk agam Islam dengan suka rela tanpa paksaan dan iming-iming materi. Keputusan berani mereka ini tentu beresiko berat, karena pastilah mereka berhadapan dengan para penguasa dan pemuka masyarakat mereka (Hindu-Budha). Anda bisa bayangkan kira-kira bagaimana sikap para pendeta, biksu, dan pemuka agama Hindu-Budha tatkala mengetahui pilihan masyarakatnya.

Apakah anda tahu, siapa tokoh penyebar agama Islam di Indonesia dan apa pekerjaan mereka sehingga mereka berhasil mengislamkan nenek moyang kita sampai agama islam diajarkan pada kita saat ini?

Mereka adalah para pedagang muslim yang singgah di berbagai pelabuhan nusantara, lalu berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Fakta ini mungkin cukup mengherankan anda, terlebih jika dibandingkan dengan kemajuan dakwah penyebaran syi'ar Islam di zaman sekarang. Dengan berbagai kemudahan dan fasilitas yang ada, para penjuru dakwah sekarang belum kuasa mengukir sejarah segemilang yang ditorehkan para pedagang kala itu.

Melalui tulisan sederhana ini, saya mengajak anda untuk mengenal sejauh manakah keluhuran perilaku pedagang muslim sehingga begitu memikat simpati masyarakat, terutama masyarakat nusantara. Dengan mengetahui berbagai etika dan adab pengusaha muslim semoga kita dapat merintis kembali sejarah emas tersebut. Berikut berbagai etika para pedagang muslim:

1. Ketulusan Niat

Niat menjadi dasar pembangkit segala bentuk tindakan. Bila niat anda tulus, niscaya niat ini akan terpancar dengan ucapan dan tindakan anda. Pedagang muslim menjalankan perniagaan-nya dalam rangka menjaga kehormatan dirinya sehingga tidak merendahkan diri dengan meminta-minta. Dengan berniaga maka keluhuran jiwa seorang muslim terbukti dengan tercukupinya kebutuhan dan nafkah setiap orang yang berada di bawah tanggung jawabnya.

2. Berjiwa Tangguh Dan Pantang Menyerah

Di antara pedagang muslim yang membedakannya dari selainnya adalah ketangguhan mental dan jiwanya. Berbagai permasalahan yang melintang di setiap proses perjalanannya tidak menjadikan semangatnya luntur. Kegagalan dan tantangan yang menghiasi langkahnya tidak menjadikannya lemah. Selalu optimis dan menatap masa depan dengan penuh kepercayaan. Semboyannya hanya ada satu “Selama hayat dikandung badan, maka keberhasilan dan rezekinya pastilah mengalir”.semboyan ini diperoleh dari ayat Al-Quran yaitu: “Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah datangnya” (QS. An-Nahl [16]:53)

3. Tawakkal

Keimanan anda sebagai pengusaha Muslim kepada Allah tidak menjadikan bertopang dagu, dan pasrah dengan setiap kenyataan. Keimanan terus mendorong anda berusaha tanpa kenal lelah. Walaupun demikian anda menyerahkan hasil dari usaha keras anda kepada kehendak Allah dan karunia-Nya.
Kamilah yang menentukan mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian lainnya beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lainnya.” (QS. Az-Zukhruf [43]: 32)
betapa indah gambaran Rasulullah SAW tentang tawakkal berikut ini: “Andai engkau bertawakkal kepada Allah dengan sebenarnya, niscaya Allah memberimu rezeki sebagaimana Allah memberikan rezeki kepada burung yang di pagi hari meninggalkan sarangnya dan ketika senja hari tiba, ia telah kenyang.” (HR. Ahmad 1/30)
Coba anda cermati burung-burung yang ada disekitar rumah anda. Di pagi hari, adakah burung yang tidak meninggalkan sarangnya? Bila ada, maka dapat dipastikan itu adalah burung yang sakit.
Dengan demikian, tawakkal yang benar tidak menjadikan anda sebagai manusia pemalas. Akan tetapi, tawakkal menjadikan anda dapat menatap hari esok dengan penuh percaya diri tanpa kekawatiran.

4. Berniaga Namun Tidak Lalai Dari Mengingat Allah

Karakter pembeda pengusaha muslim dengan non-muslim adalah senantiasa mengingat Allah, dengan demikian anda senantiasa menjalankan kewajiban ibadah kepada Allah tanpa terganggu oleh berbagai aktivitas perniagaan anda.
Anda senantiasa sadar bahwa Allah mengetahui setiap perbuatan anda. Dan andapun percaya bahwa setiap ucapan dan perbuatan anda pastilah mendapatkan balasan yang setimpal. Kesadaran ini menjadikan anda waspada dan tidak menghalalkan segala cara dalam mencari keuntungan niaga.
jangan pernah engkau merasa rezekimu telat datang, karena sesungguhnya tiada seorangpun hamba yang mati, hingga telah datang kepadanya rezeki terakhir yang ditentukan untuknya. Maka bertakwalah engkau kepada Allah dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki. Tempuhlah yang halal dan tinggalkan yang haram.” (HR. Ibnu Majah)
anda berlaku santun dalam menjalankan perniagaan, karena anda beriman bahwa harta kekayaan dunia bukanlah standar keberhasilan baik di dunia atau akhirat. Harta kekayaan adalah titipan dan ujian apakah anda besyukur atau kufur.
Dan ketahuilah bahwa harta benda dan anak keturunanmu hanyalah cobaan, dan sesungguhnya Allah, di sisi-Nya terdapat pahala yang agung.” (QS. Al-Anfal [8]: 28)
Anda percaya bahwa keberhasilan hidup tidaklah diukur dari banyak atau sedikitnya kekayaan anda. Terlalu rendah dan hina bila kesuksesan hidup diukur dengan materi.
Andai dunia beserta seisinya seberat sayap lalat, niscaya Allah tidak pernah memberi kesempatan kepada orang kafir untuk meneguk walau hanya seteguk air minum.” (HR. At-Tirmidzi)

5. Jujur

Syariat islam mengajarkan kepada anda untuk berlaku jujur dalam segala keadaan. Anda berlaku jujur walau secara lahir kejujuran anda dapat menimbulkan kerugian pada diri anda sendiri.
Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri, ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah akan lebih tahu kemaslahatannya. Maka jangan engkau ikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah maha mengetahui segala apa yang engkau kerjakan.” (QS. An-Nisa'[4]: 135)
Rasulullah SAW bersabda: “Wahai para pedagang!” spontan mereka menegakkan leher dan pandangan guna memperhatikan seruan Rasulullah, lalu beliau bersabda, “Sesungguhnya para pedagang kelak pada hari kiamat akan dibangkitkan sebagai orang-orang yang fajir (jahat) kecuali pedagang yang bertaqwa kepada Allah, berbuat baik, dan berlaku jujur.” (HR. At-Tirmidzi)
Al-Qadhy Iyadh R. A. berkata: “Kebiasaan para pedagang adalah menipu dalam perniagaan, dan berambisi untuk menjual barang dagangannya dengan segala cara yang dapat mereka lakukan. Tanpa terkecuali dengan sumpah palsu dan yang serupa. Karenanya nabi Muhammad SAW memvonis mereka sebagai orang-orang jahat. Kecuali pedagang yang senantiasa menghindari hal-hal yang diharamkan, senantiasa memenuhi sumpah dan jujur dalam setiap ucapannya.

6. Senantiasa Memudahkan Orang Lain

Perniagaan dan keuntungan bukanlah cita-cita akhir anda dalam berniaga. Keuntungan hanyalah sarana untuk memudahkan urusan dunia dan akhirat anda. Wajar bila anda selalu bersikap ringan tangan dan rendah hati pada setiap urusan termasuk ketika sedang berniaga.
Dari sahabat Jabir bin Abdillah – Semoga Allah meridhoi keduanya – bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Semoga Allah senantiasa merahmati seseorang yang senantiasa berbuat mudah ketika ia menjual, ketika membeli, dan ketika menagih” (HR. Al-Bukhori)
Sikap anda merupakan cerminan nyata dari keimanan anda, bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah sesaat, dan selanjutnya anda akan berpindah ke alam akhirat. Karenanya, anda tak pernah lelah untuk menabur benih-benih kehidupan akhirat semasa hidup di dunia fana ini.
Pada suatu hari, rasulullah SAW bercerita,” (Pada hari kiamat kelak) Allah mendatangkan salah seorang hamba-Nya yang pernah dia beri harta kekayaan, kemudian Allah bertanya kepadanya,'Apa yang engkau lakukan di dunia?' (dan mereka tidak dapat menyembunyikannya dari Allah) diapun menjawab,'Wahai tuhanku, Engkau telah memberikanku harta kekayaan, dan aku berjual beli dengan orang lain, dan kebiasaanku adalah senantiasa memudahkan, aku meringankan ( tagihan ) orang yang mampu dan menunda (tagihan kepada) orang yang tidak mampu.'Kemudian Allah berfirman,'Aku lebih berhak untuk melakukan ini daripada engkau, mudahkanlah hamba-Ku ini.'
tidakkah anda menjadi tergiur mendengar kisah rasulullah SAW di atas? Semasa di dunia perniagaan anda berjalan lancar, harta melimpah, dan di akhirat, kekayaan anda mengantarkan anda ke Syurga?

7. Membelanjakan Harta Di Jalan Yang Benar

Manisnya kekayaan mungkin menjadikan anda lalai dan lupa daratan. Betapa tidak, segala yang anda inginkan dapat terwujud dengan mudah dengan kekayaan anda. Betapa sering anda bisa menahan diri dan bersikap bersahaja tatkala kantong anda tipis, namun hal itu begitu berat untuk anda lakukan bila kantong anda tebal.
Keimanan dan keluhuran jiwa andalah yang dapat menahan anda dari bersikap angkuh dan melampaui batas ketika berhasil mencapai kekayaan. Yang demikian itu karena anda sadar bahwa suatu saat nanti kekayaan itu harus anda pertanggungjawabkan, darimana memperolehnya dan kemana anda membelanjakannya.
Kelak pada hari kiamat, tidaklah kedua kaki seorang hamba dapat bergeser hingga ia ditanya tentang umurnya, untuk apa dia habiskan; tentang ilmunya, apa yang ia perbuat dengannya; tentang hartanya, darimana dan kemana ia membelanjakannya; dan tentang badannya, untuk apa dia gunakan,” (HR. At-Tirmidzi)

semoga paparan singkat singkat ini dapat menggugah semangat dan iman anda untuk memancarkan keimanan dan keluhuran jiwa dalam setiap sikap dan perbuatan anda, terutama saat anda berniaga. Betapa besar pahala yang anda lakukan bila anda berhasil membuktikan bahwa islam adalah agama yang menjunjung tinggi akhlak mulia. Wallahu a'lam
(Basthomi Izza Ashshofi – 22 November 2014)

Jumat, 02 Mei 2014

Memilih alas yang tepat untuk DOD (Day Old Duck/ Meri)

Tiba semester akhir masa kuliahku di universitas tercinta di Malang dan semua yang pasti kenal “Brawijaya” pada jurusan yang faforit pula buatku “Peternakan”, hehehe… tiba semester akhir, tiba pula waktunya melakukan penelitian untuk tugas akir masa belajarku, meski terkadang jari-jari ini gemes dengan kedua alis mata merapat untuk melaksanakannya, karna memang butuh ketlatenan, kesabaran dan berbagai jenis pengorbanan, oke jangan panjang-panjang bicaranya, langsung saja focus pada judul di atas, memilih alas yang tepat untuk meri yang beru menetas, dari berbagai pengamatan yang saya lakukan saya telah 5 kali mencoba menggunakannya dan mengamatinya secara langsung, 4 di antaranya kurang efisien, namun yang satunya ini cukup efisien, namun jangan kawatir untuk semua sobat-sobat semuanya akan saya paparkan di sini, karna ilmu memang untuk dibagi, g buat memperkaya diri sendiri hahahaha…. Biar semuanya nambah pinternya J. Beberapa alas meri yang pernah  saya gunakan adalah sebagai berikut:  

1.       Alas kulit padi (Sekam): penggunaan alas ini sering digunakan karena bahan tersebut mudah dicari terutama oleh peternak ayam, tapi bagaimana jika digunakan untuk pemeliharaan yang notabene meri, unggas air, bagaimana hasilnya?, dari pengalaman saya ketika menggunakan alas ini ketika meri minum dan kondisi kakinya basah, maka akan banyak kulit padi yang menempel pada kaki , karena alas ini kurang baik dalam menyerap air, dan saat makan di tempat pakan datar, pakan menjadi kotor bercampur kulit padi, meri sulit untuk memilih pakan yang bersih bahkan tak jarang kulit padi ikut termakan oleh meri tersebut, jadi saya simpulkan penggunaan alas ini tidak efektif/kurang tepat.


2.       Alas Koran: Setelah merasa penggunaan Sekam tidak efektif, saya beralih ke alas Koran diatas alas Sekam, penggunaan ini juga tak berlangsung lama, karena Koran yang digunakan  mudah rusak setelah terkena air, apa lagi penggunanya berasal dari unggas air hehehe…. Nambah ancyur semua…

3.        Alas kertas wadah semen : asumsi pertama, karena kertas ini kuat mungkin hasilnya akan bagus, dari pengamatan yang saya amati kertasnya memang kuat, akan tetapi daya serap airnya rendah, sehingga kondisi meri basah kuyup berjamaah, kalo sudah basah kuyup semua, kalo malem tidurnya pasti bertumpuk karna sangking dinginnya, dan kalo sudah tidur bertumpuk, resiko kematiannya sangat tinggi.
4.       Alas pasir: penggunaan alas pasir sebenarnya karena asumsi daya serap airnya yang cukup baik, daya serapnya memang baik, namun pasirnya yang menempel pada kaki itik saat basah sehingga mudah mengotori pakan yang diberikan….hah, capek, 4 kali gagal hanya masalah alas, tp kalo nyerah mati semua ternaknya malahan, mending nyesel didepan dari pada nyesel dibelakangan, sudah dimulai dan harus berjuang untuk akhir yang terbaik…. :-D , dan yan kelima ini Alhamdulillah hasilnya cukup baik simak..ya
5.       Alas jerami: jerami memiliki daya serap yang sangat baik, ketersediaannya melimpah dan tidak menempel pada kaki meri, sehingga kebersihan pakan dan kehangatan kandang tetap termjamin.

Nah itu tadi pengalaman saya, bagaimana dengan pengalamanmu?
Semoga bermanfaat, jangan menyerah, jangan putus asa, minta pada sang pencipta agar setiap yang kita lakukan diridhoi-Nya, itu yang pallliiiing penntiiing!!!.

Sabtu, 05 April 2014

Antara Harapan Kita dan Surga-Nya| sedikit Cerita tentang surga


Apa yang sebenarnya kita inginkan & harapkan?. Apakah istri yang cantik? suami yang tampan?. Ataukah rumah yang indah, besar dan penuh uang?
Apakah itu semua kita harapkan? atau apakah kita ingin membangun sebuah perusahaan yang besar dan terus berkembang? memiliki karir yang panjang? apakah itu semua yang kita harapkan? apakah itu semua yang kita rindukan? atau yang kita pelajari dan kita perjuangkan selama ini?
Apakah itu yang kita inginkan?, kemudian kita takutkan dan kawatirkan?, saya mohon maaf jika itu semua yang kita harapkan. Kita benar-benar merugi, karena saat kita mati, kita akan meninggalkan semua itu. Agar semua itu tidak hilang, mari kita buat hal-hal tersebut sebagai jalan sekaligus kunci menuju Surga. Lebih daripada yang kita tahu tentang rumah di dunia, dan kita akan melewatinya dengan segala pemandangan yang sangat indah di Surga. tetapi hati kita berdempet dengan rumah kita. Kita ingin pergi dan melihat apa yang telah Allah pesankan untuk kita. Jadi mari kita buat persiapan untuk menyiapkan segalanya yang dibutuhkan. dan kita akan melihat rumah yang besar. dari batu bata emas dan perak. Kita menjadi semakin dekat dan dekat menuju istana yang dipersiapkan Allah untuk kita. kemudian kita melihat sesuatu yang buat kita merasa sejuk pada perjalanan kita yang membuat kita tidak mau berberpindah dan kita tak bisa pergi lebih jauh lagi. karena tertarik perhatian betapa indah apa yang telah kita lihat. dan itulah apa yang kau lihat di Surga.
Jadi di Surga tidak pernah ada perasaan buruk, tidak ada hal sia-sia, tiada pula rasa cemburu, sakit, iri. tidak ada sesuatu yang tidak nikmat di Surga. Allah tahu ciptaanNya, dia tahu yang lelaki atau wanita inginkan, dan Allah akan membuat semua mahlik di sana bahagia.
Allah menjelaskan pada kita bahwa di Surga ada Sungai dengan air jernih. ada sungai  madu yang enak. ada sungai dengan air susu, ada sungai yang yang terbuat dari anggur yang tak beracun dan tidak ada efek samping.  Di sana tidak ada keringat, tidak ada bau busuk, tak perlu mandi, tidak bisa menjadi tua, tidak ada rasa lelah, tidak ada kata kotor, tidak perlu bekerja, tidak ada pekerja, tidak perlu bayar apapun untuk sesuatu. itu adalah berkah yang luar biasa di Surga yang diberkahi  Melihat Allah.
Surga adalah  segala sesuatu kenikmatan yang tidak pernah terbayangkan betapa indah dan membahagiakannya. Sesuatu yang belum pernah kita dapatkan, kita akan mendapatkannya di sana. Setiap orang akan hidup selamanya dengan kedamaian, jika kita di sana aku akan berkunjung ke istanamu dan kita mengadakan pesta bersama, pastinya menyenagkan. karena di Surga akan ada segala sesuatu yang tidak bisa kita dapatkan di Dunia, itulah Surga. Dunia ini bukanlah apa-apa dibandingkan Akhirat. kecuali mencelupkan telunjuk kita pada air di lautan. jadi mari lihat apa yang melekat pada tangan kita? , satu celupan, dan lautan itu adalah Surga.
Saudaraku, semua manusia memiliki kesempatan untuk menduduki balasan dan tempat terbaik di sisi Allah subhanahu wata’ala. Dan semua itu tetap tergantung pada diri kita masing-masing. Apa saja usaha yang telah kita lakukan, apa saya yang kita korbankan, apa yang telah kita perbuat, bagaimana niat kita, dan lain sebagainya, semuanya akan di hitung Allah aubhanahu wata’ala. Semoga apa yang kita lewati di Dunia ini merupakan usaha terbaik kita untuk menjadi hambaNya yang terbaik sebagai mana orang-orang sholeh/sholehah di sisi-Nya. Aamiin yarobbal’alamiin.

Antara Masaku dan Masamu: Aku dan Keluargaku


Aku adalah anak ketigamu| yang engkau besarkan penuh kasih sayangmu


Masa-masaku adalah masa-masa ujian untukmu| sejak aku lahir tiada henti aku merengek padamu| minta ini-itu, jika tak terpenuhi, kuteriakkan mulutku sekencang kubisa tuk luluhkan egomu demi wujudkan egoku :-(

Beranjak tiga bulan umurku| tibalah tumor padaku| seharusnya aku yang kesakitan| namun faktanya kalian yang lebih tersakiti| aku semakin yakin akan ketulusan cinta kalian padaku yah dan ibu.

Tumor yang menempel tak kurasa apa ruginya bagiku| karna aku tak tau apa itu| tapi kalian berusaha keras mewujudkan kesembuhan datang padaku| tak hirau lelah, kalian berjuang berpetualang tuk temukan obatku. Oh ayah ibuku, ingin segera ku balas kebaikanmu

Atas usaha kalian yang luar biasa| Dia anugrahkan kesembuhan bagiku| tanpa oprasi, dengan takdirNya tumor dapat jinak [alhamdulillah]

Jinaknya tumor tak bisa mengembalikan diriku seutuhnya, meski itu terjadi sejak aku bayi| sering kali aku merasa malu dengan keadaanku| tapi keberadaan kalian senatiasa buatku tuk bersyukur atas anugrahNya padaku| dan sedikit-demi sedikit rasa minder itu  sirna  dalam hatiku karena memang tiada alasan  buat kita tuk tidak bersyukur dan senantiasa memtuhi printahNya.

Tak henti disitu| beranjak masa kanak-kanak| seringkali apa yang kau larang seakan jadi tantangan tersendiri bagiku tuk kulakukan| tidak Cuma satu, dua kali ku buat kalian kecewa| bertengkar, mengejekmu, mencacimu, membuatmu malu dimata yang lain sepertinya jadi kebiasaan burukku dulu| tapi kasih sayang kalian senantiasa membimbingku dan tiada henti memaafkan kesalahanku

Kesalahan yang kulakukan dimasa kecil padamu| semoga takkan terulang dimasa dewasa dan tuaku| masa kecilku cukup tuk menyudahi apa yang seharusnya tidak kulakukan dimasa selanjutnya| aku memiliki impian tuk jadi yang yang Sholeh untukmu wahai ayah dan ibuku

Sampai saat ini aku hanya bisa melakukan apa yang menurutku benar| apa yang kukira benar tak selamanya itu benar| tuk itu berikan aku nasehatmu, meski seringkali aku salah menangkapnya karna kerasnya kepalaku| namun kalian jangan nyerah untuk memperingatkanku, | bagikan diriku ilmumu, pengalamanmu, agar ku bisa melengkapi dan memperbaiki masa depan yang jauh lebih baik dari masamu wahai ayah ibuku.

Masa kecilku jauh dibandingkan dengan masa kecillmu| masa kecilku penuh dengan kemanjaan, sedangkan masa kecilmu penuh dengan tantangan| perbedaan ini semoga menjadikan aku lebih waspada akan derasnya arus pesaingan untuk jadi yang bena dan baik| dengan begitu aku dapat berusaha semaksimal mungkin tuk jadi yang terbaik.

Masaku bertambah indah bersama semua saudaraku yang menyayangiku| meski aku lebih banyak kekurangan disbanding kalian| tapi aku ga mau kalah dengan kalian| bukankah semua meliki kelebihan yang berbeda-beda?| semoga kita semua dapat menyatukan/melengkapi perbedaan kita semua untuk mewujudkan yang terbaik bagi kehidupan kita semua dikehidupan mendatang…

Ucapan terimakasih dan Harta sebanyak apapun takkan bisa membalas kebaikan kalian semua, semoga Allah memberikan jalan terbaik bagi kita aamiin.

Rabu, 12 Maret 2014

MEMBUAT TEMPAT PENGERAMAN UNGGAS (AYAM – ITIK)




Tempat yang biasa oleh peternak tradisional:
  • 1.      Wajan bekas yang beralas.
  • 2.      Kotak kayu yang biasanya untuk mengumpulkan telur ayam petelur)
  • 3.      Dibiarkan di tanah.
  • 4.      Gerabah.
  • 5.      Ban sepeda motor
  • 6.      Kotak bertingkat khusus mengeram bertingkat.


Alas pengeraman:
  • 1.      Rumput kering
  • 2.      Daun cemara kering
  • 3.      Jerami padi
  • 4.      Kain-kain bekas
  • 5.      Pasir halus

Menghindari kutu unggas (gurem):
  • 1.      Menggunakan daun tembakau yang dibungkus kaos bekas dan dibasahi air hangat. kemudian tempatkan tembakau2 tersebut pada sudut2 kandang
  • 2.      Menaburkan kapur halus dibawah tempat pengeraman

Situasi lingkungan:
Membuat ayam nyaman, baik segi mental dan fisik, menjaga kebersihan kandang, kondisi pengeraman kering, tidak lembab, tidak terkena sinar matahari secara langsung, terhindar dari pengganggu baik pengganggu induk atau pemasngsa telur (biasanya curut = nama hewan pemasngsa istilah jawa), tidak diganggu unggas lainnya. Terhindar dari tungau (gurem = istilah jawa)

Ukuran tempat:
Pada dasarnya ukuran pengeraman menyesuaikan dengan uggas yang akan mengerami telurnya, setidaknya ukurannya 15-25 %  lebih panjang, lebih lebar, dan lebih tinggi dari ukuran unggas. Ukuran pengeraman terlalu lebar biasanya berdampak negative, karena seringkali satu tempat pengeraman bida ditempati lebih dari seekor induk, akibatnya saat mengeram terjadi perkelahian antar induk unggas.


Selasa, 04 Maret 2014

Pemanfaatan Dadih Unggas (limbah pemotongan Ayam) sebagai pakan Itik

Berawal dari jalan-jalan mengamati temen saya yang sedang penelitian itik hibrida yang bertempat di daerah malang. tampak beberapa bahan kemerah-merahan dan berbau agak menyengat kegosongan, eh jadi penasaran apakah yang ada disana dan untuk apa mereka buat begituan. Usut-diusut sambil Tanya-tanya (biasalah, hobi saya emang nanya-nanya). Ternyata dadih tadi dibuat campuran pakan indukan bebek hibrida (persilangan antara bebek peking dan khaki cambell).  Dari proses pembuatanyya cukum mudah. Silahkan amati gambar berikut ini:
 Gambar di atas merupakan limbah pemotongan Unggas, sebagian besar terdiri dari darah sisa pemotongan ayam, kemudian ada beberapa jeroan dan ceker, lumayan gak beli alias gratis cuman ganti ongkos bensin. Sekilas banyak sekali lalat yang hinggap pada limbah tersebut.  Dadih yang telah terkumpul kemudian  dimasak pada sebuah drum sampai mengental, setelah mengental, dadih digiling sampai halus, setelah halus  dadih dimasukkan lagi pada sebuah wadah dan dibiarkan paling cepat 3 hari (nantinya akan tampak belatung-belatung yang kaya protein sebagai pakan itik). Untuk masa kedaluarsa belum diketahui sampai batas mana produksi maksimal belatung, tersebut dan pada umur berapa belatung akan mati atau berubah menjadi lalat. Pemberian pakan tersebut pada itik biasanya dilakukan dengan mencampurkannya dengan bahan pakan lainnya. Namun bagi yang beragama Islam jika ingin menggunakan ini sebagai bahan makanan ternak sebaiknya di kaji dahulu mengenai halal harmnya. Terimakasih, semoga informasi ini berguna bagi kita.

Gambar di atas merupakan Proses pemasakan limbah.


gambar di atas merupakan Proses Pengilingan dadih


gambar proses pertumbuhan Belatung selama 3 hari
gambar tempat pencampuran pakan limbah yang sudh jadi dengan bahan pakan lainnya.
yang mau penelitian bagus ini prospek kedepannya, bahan ada tinggal analisa dan perlakuannya nanti....


Basthomi Izza Ashshofi| bebagi bikin Happy::.  05/03/14.

Senin, 06 Januari 2014

Kumpulan Materi Kuliah Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Free Download

Anatomi dan Histologi Ternak
Klik disini untuk Download

Biologi/ Biology
Klik Disini untuk Download

Dasar manajemen
Download

Dasar Nutrisi dan Bahan Makanan Ternak
Download 1
Download 2
Fisiologi Ternak (FISTER)
Download
Ilmu Tanaman Pakan Ternak (ITPT)
Download
Mikrobiologi
Download
Sosiologi Pedesaan (SOSPED)
Download
Teknik Analisis Laboratorium (TEKLAB)
Download

Semoga Bermanfaat, selamat kuliah, jadilah agen perubahan menuju kebenaran dan kebaikan :-)

Berbagi Bikin happy, by Basthomi Izza Ashshofi


 

Google+ Badge

Google+ Badge

Google+ Badge

Google+ Followers

Google+ Followers