Pages

Labels

Kamis, 19 September 2013

MEMILILIH ISLAM DAN MEMBANGUN PERADABAN MASA DEPAN: RAHASIA DI BALIK KEMAJUAN BENUA EROPA

Rahasia Kemajuan Ilmu dan Teknologi Di Eropa dalam catatan sejarah dunia berawal dari Spanyol (Andalusia) yang dipimpin oleh Islam. Spanyol merupakan wilayah peradaban Islam yang sangat penting, dari Islamlah orang eropa banyak menimba Ilmu dan berguru


Spanyol sebuah negara maju, terutama siapa yang tidak kenal dengan persepakbolaannya dengan prestasi gemilang yang menjuarai berbagai kejuaraan persepakbolaan Dunia dengan piala terakir pada pertandingan yang diselenggarakan FIFA 2012 tahun lalu. Tapi sudahkah kita tahu bahwa bukan saja pada persepakbolaanya, Spanyol menyumbang prestasi besar dalam bidang keilmuan. Namun pertanyaanya sekarang apa yang melatar belakangi kemajuan spanyol dahulu kala sehingga bisa menjadi salah satu negara yang berpengaruh ?, Bagaimana pula sejarahnya?, mari kita simak penjelasan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan membaca ulasan dibawah ini.

Spanyol yang kini menjadi sebuah negara modern. Karena Spanyol sejak awal melalui ilmuwan-ilmuwan Islam sekaliber ibnu Rusyd (Averoes) berhasil menumbuh kembangkan peradaban mereka yang maju. Jauh sebelum Eropa mengenal peradaban, Ibnu Rusyd dan ilmuan-ilmuan Muslim disekitar kawasan itu mempersembahkan karya-karya intelektual yang tinggi, yang sanggup memberikan jaminan bagi akselerasi peradaban Spanyol. Kemudian orang mengenal Spanyol Lewat Cordova. Di Cordova itu pula hingga sekarang, orang bisa menemukan patung Averoes. Di Madrid dunia bisa menyaksikan masjid termegah se Eropa.

Karena sendi-sendi peradaban modern yang ditegakkan ilmuwan-ilmuwan muslim kenamaan itulah akhirnya Spanyol mengantongi khasanah intelektual dan budaya-budaya yang kemudian mereka manfaatkan untuk membangun Spanyol dikelak kemudian hari. Tanpa kekayaan dan khasanah peradaban sebagaimana telah dirintis oleh Ibnu Rusyd, bagaimanapun sejarah Spanyol jelas akan berbeda dengan apa yang ada sekarang.
Oleh karena itu, tidak sedikit yang menyayangkan sikap bangsa Spanyol yang kemudian bersamaan dengan kemunduran peran Islam di berbagai kawasan Eropa dan lainnya, mereka mengusir umat Islam.  Di samping mereka juga mengusir kelompok Yahudi. Seperti yang dinyatakan Max Dimont, seorang ahli sejarah dari Amerika serikat, dalam The Indestructible Jews, peristiwa itu terjadi pada tahun 1502. 

Max Dimont menjelaskan bahwa kehadiran Islam di Spanyol benar-benar merupakan rahmat bagi bangsa karena telah mengakhiri proses kristenisasi secara paksa yang dilakukan para penguasa sebelum Islam. Islam kemudian diterima kehadirannya oleh bangsa Andalusia (Spanyol) dengan mengajarkan prinsip-prinsip kerahmatan seperti keadilan, kebersamaan, dan kesederajatan, meski memiliki perbedaan latar belakang kultur keagamaan. Selama 500 tahun Islam menciptakan kehidupan bangsa Spanyol  dalam suasana kerukunan. Tiga agama hidup dalam “satu tempat”, demikian istilah yang dipakai Dimont. Islam yang memimpin peradaban selama 5 abad di Spanyol kala itu mengajak agama-agama lain berada dalam satu tempat tidur, tanpa harus mengakibatkan terjadinya penyatuan agama. Dimont menyatakan “Under the subsequent 500-year rule of the Moslems emerged the Spain of three religion “One Bedroom”. Mohammedans, Christians, and Jews shared the same Brilliant civilization, an intermingling that affected “Blood lines” Even than religious affiliation” (Maxx I. Dimont, The Indestructible Jews. Dikutip Nurcholish Madjid, 1992). 

Jadi kepemimpinan Islam mengendalikan peradaban sepanyol selama 5 abad, menjadikan Spanyol memiliki tiga agama yang bisa berada dalam satu tempat tidur, tanpa harus mengakibatkan penyatuan agama namun mereka memiliki hubugan percampuran darah yang kental. Kehidupan yang dipertunjukkan umat Islam Spanyol yang dimulai khalifah Umawi ini sempat diukir oleh Ibnu Taimiyah dalam kitab Minhaij sebagai prototype ahl al-Madinah. 

(Gambar Istana Al-Hamra yang megah peninggalan Kepemimpinan Islam di Spanyol/Andalusia )

Semangat membawa rahmat memang merupakan watak dasar Islam. Islam hadir untuk memberi jaminan agar umat manusia mampu membuka pintu memasuki peradaban yang cerah. Kehidupan yang terjamin dari berbagai aspeknya baik rasa kemanusiaan, keadilan, dan kebutuhan-kebutuhan dasar manusia lainnya. Tema dasar yang dibawa Islam seperti inilah yang menjadi daya tarik Islam, baik pada zaman nabi, Khulafaurrasyidin, Umawi, Abasiy, bahkan hingga sekarang.  

Daya tarik Islam hingga saat ini pun ditandai dengan bagaimana agama ini memperhatikan tuntutan obyektif umat manusia yang ingin mengangkat diri dari berbagai belenggu dan penjara kehidupan. Dari kemiskinan, kebodohan, ketertindasan, ketidak mampuan, ketidak adilan, dan yang semisal lainnya.

Kita perhatikan misalnya, semangat Barat terhadap Islam yang terang-terangan bersikap “Apriori” terhadap Islam. Bahkan Lisa Anderson, seorang professor ilmu politik di Universitas Columbia, AS, mengatakan pandangan negatif terhadap Barat terhadap Islam itu sudah mereka mulai sejak abad 12. Barat selama itu menekan Islam dengan Agresi dan dengan berbagai bentuk imperialisme militer maupun kultural. 

Terang saja umat Islam berusaha mempertahankan diri dan mencoba melawan segala bentuk agresi dan imperialisme. Dengan segala yang ada pada umat Islam. Potensi dan kekuatannya telah banyak terkuras untuk melawan agresi dan imperialisme Barat yang kadang telah mengakibatkan umat Islam terjebak pada praktek-praktek kekerasan. Ironisnya sikap mempertahankan diri dan usaha menghapus imperialisme ini, dipakai untuk memberikan cap-stempel bahwa Islam sebagai ancaman, pembangkang dan agama yang keras.

Seorang direktur Muslim College di London asal Mesir, Dr. Syeikh MA. Zaki Badawi, mengatakan memang dalam rangka menghadapi agresi Barat, sementara umat Islam mengambil posisi ekstrim. Posisi ini diambil lantaran Islam telah sampai pada kesimpulan bahwa Barat benar-benar telah melakukan kejahatan besar. Barat membiarkan terjadinya ketimpangan distribusi pendapatan, kesempatan, kekuasaan, dan lain sebagainya. Sehingga menciptakan ketidak adilan yang sangat kentara di berbagai penjuru dunia. Di sini jelas bahwa umat Muslim tidak suka dengan arogansi Barat yang selalu ingin memaksakan kehendaknya atas negara-negara berpenduduk Muslim.

Betapapun Islam telah diberikan atribut-atribut negatif oleh Barat. Pandangan tersebut tak akan menggoyahkan pilihan-pilihan yang jernih. Mereka, umat manusia, mampu melihat bahwa Islam yang dibawa Muhammad secara nyata adalah sebuah agama yang mengajarkan kasih sayang, agama yang mengajak membangun kehidupan atas dasar akhlak mulia, berperadaban luhur. Bukan sebaliknya. Umat Islam telah membuktikan ajaran itu dalam praktik sejarah yang cukup panjang, hingga dalam waktu yang cukup lama, lebih dari 5 abad, menjadi pemegang perkembangan peradaban umat manusia yang tinggi sejak dari Andalusia Spanyol hingga ke daratan Asia. 

Sebaliknya dominasi Barat jika dihitung dari Reinaissance abad 17, berarti mereka melakukan dominasi perkembangan peradaban belum sampai 3 abad. Selama dominasi Barat berlangsung, umat manusia telah mancatat perang dunia 2 kali berlangsung. Itulah prestasi yang tak mungkin diingkari oleh siapapun dari prestasi dan dominasi buruk yang dilakukan Barat selama ini. Jika watak Barat yang arogan tak mengalami perubahan. Perang dunia yang ketiga bukan mustahil sebagai giliran berikutnya. Jika ini terjadi jelas bukan saja sebuah mimpi buruk, akan tetapi benarbenar akan mengerikan.
Alasan-alasan inilah yang antara lain ikut mempengaruhi mengapa justru dewasa ini semakin vokal saja terdengar oleh kita suara-suara yang kuat untuk menjadikan Islam sebagai pilihan terbaik dalam membangun Peradaban dan masa depan kearah yang lebih baik.

Peradaban Islam yang telah terjadi menorehkan tinta emas dengan prestasi gemilang tiada tandingan selama ini, perdamaian, keadilan, kesejahteraan, kerukunan, dan ketegasan.

Peradaban Barat menorehkan tinta hitam dalam misi untuk menguasai dunia dengan arogansi yang tinggi. Terbukti dengan terjadinya perang dunia pertama dan ke dua, pembantaian umat Islam, dan memelopori kebebasan menuju kerusakan, menanamkan pemikiran-pemikiran yang salah, menanamkan rasa egois, kemiskinan, kebodohan, ketertindasan, ketidak mampuan, ketidak adilan, dan yang semisal lainnya

wahai kaum muslimin, berjuanglah, kesulitan itu pasti ada, tapi bukan masalah selama islam masih ada pada kita :-)
AKU ISLAM DAN AKU BANGGA!!! @Basthomi Izza Ashshofi

0 komentar:

Posting Komentar

 

Google+ Badge

Google+ Badge

Google+ Badge

Google+ Followers

Google+ Followers