Pages

Labels

Rabu, 12 Maret 2014

MEMBUAT TEMPAT PENGERAMAN UNGGAS (AYAM – ITIK)




Tempat yang biasa oleh peternak tradisional:
  • 1.      Wajan bekas yang beralas.
  • 2.      Kotak kayu yang biasanya untuk mengumpulkan telur ayam petelur)
  • 3.      Dibiarkan di tanah.
  • 4.      Gerabah.
  • 5.      Ban sepeda motor
  • 6.      Kotak bertingkat khusus mengeram bertingkat.


Alas pengeraman:
  • 1.      Rumput kering
  • 2.      Daun cemara kering
  • 3.      Jerami padi
  • 4.      Kain-kain bekas
  • 5.      Pasir halus

Menghindari kutu unggas (gurem):
  • 1.      Menggunakan daun tembakau yang dibungkus kaos bekas dan dibasahi air hangat. kemudian tempatkan tembakau2 tersebut pada sudut2 kandang
  • 2.      Menaburkan kapur halus dibawah tempat pengeraman

Situasi lingkungan:
Membuat ayam nyaman, baik segi mental dan fisik, menjaga kebersihan kandang, kondisi pengeraman kering, tidak lembab, tidak terkena sinar matahari secara langsung, terhindar dari pengganggu baik pengganggu induk atau pemasngsa telur (biasanya curut = nama hewan pemasngsa istilah jawa), tidak diganggu unggas lainnya. Terhindar dari tungau (gurem = istilah jawa)

Ukuran tempat:
Pada dasarnya ukuran pengeraman menyesuaikan dengan uggas yang akan mengerami telurnya, setidaknya ukurannya 15-25 %  lebih panjang, lebih lebar, dan lebih tinggi dari ukuran unggas. Ukuran pengeraman terlalu lebar biasanya berdampak negative, karena seringkali satu tempat pengeraman bida ditempati lebih dari seekor induk, akibatnya saat mengeram terjadi perkelahian antar induk unggas.


0 komentar:

Posting Komentar

 

Google+ Badge

Google+ Badge

Google+ Badge

Google+ Followers

Google+ Followers