Pages

Labels

Senin, 06 Mei 2013



Nama                           : Basthomi Izza Ashshofi
Beberapa Ternak Asli dari Indonesia
Kambing Kacang: Kambing asli Indonesia, Perkembangbiakan cepat, umur 15-18 bulan sudah beranak, lincah, daya tahan tubuh kuat, mudah beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda, bulu pendek berwarna tunggal, Telinga pendek menggantung, tanduk berbentuk seperti pedang melengkung  ke atas sampai ke belakang, pada jantan terdapat jantan, leher pendek punggung melengkung, Bobot jantan dewasa rata-rata 25 kg, sedangkan betina 20 kg , tinggi tubuh jantan 60-65  cm dan betina 56 cm. Ciri-ciri kambing Kacang lainnya adalah antara lain bulu pendek dan berwarna tunggal (putih, hitam dan coklat). Adapula yang warna bulunya berasal dari campuran ketiga warna tersebut. Kambing jantan maupun betina memiliki tanduk yang berbentuk pedang, melengkung ke atas sampai ke belakang. Telinga pendek dan menggantung. Janggut selalu terdapat pada jantan, sementara pada betina jarang ditemukan. Leher pendek dan punggung melengkung.  Kambing jantan berbulu surai panjang dan kasar sepanjang garis leher, pundak, punggung sampai ekor.
Ayam Kampung: Bobot jantan 1.5 – 2.5 kg, betina1.0 – 1.7 kg, gerakan gesit (Mudah Kaget), betina memiliki sifat mengeram, jika anak diganggu induk betina menjadi agresif, lokasi bertelur sarang sama dengan induk yang lain sehingga sering bermasalah antar induk ketika megerami telur, ketika ayam janan dengan jantan lainnya bertemu akan bertengkar, demikian pula betina, kemudian sifat agresif muncul ketika melihat ayam yang lebih lemah, dewasa kelamin umur 5 – 6 bulan pada umumnya 6.2 bulan sudah bertelur, dapat bertahan dengan lingkungan dengan baik,daya tahan tubuh lebih kuat, pertumbuhan ternak lambat, produksi telur per tahun 70 - 84 butir/tahun.
Itik mojosari : itik lokal petelur unggul yang berasal dari kecamatan Mojosari kabupaten Mojokerto Jawa Timur Indonesia, memiliki Bulu kemerahan dengan variasi coklat kehitaman, itik jantam memiliki bulu 1-2 bulu ekor yang melengkung ke atas dengan warna paruh dan kaki lebih hitam dari itik betina, tidak memiliki sifat mengerami, berat dewasa rata-rata 1.7 kg, produksi telur per tahun rata-rata 200 – 220 butir dengan berat per butir 65-70 gram, telur berwarna biru kehijauan, masa produksi 11 bulan pertahun & mulai bertelur umur 6 bulan dengan tingkat kestabilan produksi umur 7 bulan, produksi telur 70-80% dari seluruh bebek betina.  Corak warna: a. Warna branjangan, yaitu itik yang mempunyai bulu coklat muda dihiasi dengan lurik-lurik hitam seperti burung branjangan. b. Warna jarakan, yaitu itik yang mempunyai warna bulu lurik-lurik hitam, kalau ada kalung putih disebut jarakan belang. c. Warna bosokan, yaitu itik yang mempunyai warna bulu seolah-olah hitam ketika masih meri (DOD), tetapi setelah besar sedikit demi sedikit berwarna coklat tua. d. Warna gambiran, yaitu itik yang mempunyai warna bulu campur hitam dan putih
Sapi Madura: adalah bangsa sapi potong lokal asli Indonesia dari persilangan antara banteng dengan Bos indicus atau sapi Zebu, daya tahan tubuh kuat baik kualitas pakan yang kurang baik dan berbagai jenis penyakit, yang secara genetik memiliki sifat toleran terhadap iklim panas dan lingkungan marginal serta tahan terhadap serangan caplak. Karakteristik sapi Madura sudah sangat seragam, yaitu : bentuk tubuhnya kecil, kaki pendek dan kuat, bulu berwarna merah bata agak kekuningan tetapi bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna putih dengan peralihan yang kurang jelas ; bertanduk khas dan jantannya bergumba. Ciri-ciri umum fisik Sapi Madura adalah: a. Baik jantan ataupun betina sama-sama berwarna merah bata. b. Paha belakang berwarna putih. c. Kaki depan berwarna merah muda. d. Tanduk pendek beragam. Pada betina kecil dan pendek berukuran 10 cm, sedangkanpada jantannya berukuran 15-20 cm. e. Panjang badan mirip Sapi Bali tetapi memiliki punuk walaupun berukuran kecil.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Google+ Badge

Google+ Badge

Google+ Badge

Google+ Followers

Google+ Followers